Jumat, 08 Oktober 2010

Kemana Indonesia?

"Indonesia Tanah Airku"
"Tanah Tumpah Darahku"
Terdengar sayup-sayup suara dari radio tua oleh telinga yang renta
Teringat kembali masa-masa dimana angin kebebasan yang berhembus hangat
Mata berkaca-kaca teringat pekikan suara "MERDEKA" yang lantang
Nasionalis mengalir deras bagai air bah yang menerobos bendungan
Tak percuma darah menetes di tiap jengkal tanah pertiwi
Habis sudah masa sembunyi dan rasa haru yang membiru

Tapi itu masa lalu
Ketika sebuah angin kebebasan baru pertama kali berhembus pelan dan menyejukan
Ketika kebebasan mulai berputar layaknya tornado
Tak ada batas yang mampu menghalangi
Berputar keras dan menarik semua

Berbicara layaknya tanpa etika dan bertindak layaknya raja
Nasionalis mulai memudar dan hawa egois mulai terpancar
Bingung dan tiada mengenal mana kawan dan mana lawan
Patriot jiwa telah dipelintir oleh jaman

Sebuah realita yang suram dan kelam
Tanpa tau bagaimana menghijaukannya
Sebuah petikan jaman edan
Dan kutipan nyata potret baru bangsa

Tapi aku tidak ingin mati seperti ini
Aku akan tenang di saat semua kembali membaik
Di saat semua kembali bernorma dan tiada tipu daya
Agar aku tenang dan bisa menyampaikan kabar indah ini pada gugur bunga disana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar